NAMA GW ATO NAMA KAKEK GW SEH ?
October 10th, 2008 by hitokiri666Apalah arti sebuah nama ? Mungkin anda salah satu dari sekian banyak orang yang memilih jawaban itu ketika orang lain menanyakan siapa nama anda. Entah karena malas atau memang malu dengan nama sendiri, banyak orang yang memilih menjawab seperti itu. Atau jangan-jangan anda selebritis yang ingin merahasiakan nama dari para penggemar ? Tampaknya tidak mungkin, karena seseorang dapat dikategorikan sebagai selebritis jika orang-orang mengenal dengan baik siapa nama orang itu. Tak jadi masalah bila anda merasa nama anda kurang “keren”, toh banyak juga orang yang mengganti namanya dengan nama lain yang dianggap membawa “hoky”. Namun hal itu tidak berlaku pada saya, saya memiliki nama panggilan yang kurang keren justru karena orang-orang merasa nama asli saya terlalu keren.
Perkenalkan, nama saya Pramesti Putra Pratama. Hanya begitu saja ? Tentu tidak, mana mungkin kedua orang tua saya mau mengorbankan sejumlah uang, waktu, dan tenaga hanya untuk membuat bubur merah dan putih jika nama saya biasa-biasa saja. Baiklah, sekarang akan saya ceritakan sejarah dan makna nama saya. Di suatu jumat kliwon pagi yang cerah, waktu menunjukkan pukul 10.05 WIB, kota Bandung dikejutkan oleh tangisan bahagia seorang bayi gagah perkasa yang baru saja dilahirkan dari rahim seorang ibu yang cantik jelita. Beberapa saat kemudian, seorang pria tampan mengumandangkan adzan ke telinga bayi tersebut. Ya, itulah momen-momen indah ketika saya dilahirkan. Jika baru dilahirkan saja saya sudah membuat orang-orang di sekitar saya bahagia, apalagi sekarang ini ? Mungkin hal itu lah yang menjadi alasan paman saya memberi nama Pramesti Putra Pratama.
Mari kita artikan kata demi kata dari nama lengkap saya. Kita mulai dari belakang saja, Pratama, mudah ditebak bukan ? Artinya apalagi jika bukan “pertama”, menandakan bahwa saya adalah anak pertama dan bukan yang terakhir dari kedua orang tua saya, karena jika saya anak terakhir mungkin saya diberi nama Pramesti Putra Terakhir atau Pramesti Putra Tunggal, terdengar aneh kan. Selain itu, sejarah membuktikan banyak tokoh terkenal yang memakai kata “pratama” dalam namanya. Sebut saja mantan presiden Abdurrahman “Wahid”, ketua MPR Hidayat Nur “Wahid”, Salahudin “Wahid”, dan pemain basket NBA Shaquille “One”al. Pernah mendengar imperium bisnis Pratama’s Group ? Bila belum, berarti anda sama dengan saya.
Kita lanjut dengan kata kedua dalam nama saya, “Putra”. “Putra” memiliki makna bahwa saya seorang pria, anak laki-laki dari kedua orang tua saya. Perlu diingat, walaupun kata “putra” dapat diartikan juga “anak dari”, namun bukan berarti karena nama saya Pramesti Putra Pratama maka itu menjelaskan bahwa saya anak dari bapak Pratama, toh pada kenyataannya memang bukan. Selain itu, kata “putra” juga memberikan kesan gagah dan berwibawa dalam rangkaian nama saya, tapi hal ini tidak berlaku bagi orang yang memakai kata “putra” di bagian depan namanya. “Putra” pada rangkaian nama saya juga berfungsi untuk mempertegas jati diri saya sebagai seorang pria, karena terkadang orang terlanjur menyangka bahwa saya seorang wanita bila mereka membaca nama saya secara sepintas. Yah, apa mau dikata, awalan nama saya memang terkesan feminim, tapi tidak begitu pada kenyataannya. Jika ada sertifikasi pria sejati di dunia ini, saya pastikan lulus sertifikasi tersebut.
Yang terakhir, tapi bukan akhir dari segalanya, adalah nama depan saya, Pramesti. Ada beberapa versi yang menceritakan mengapa saya diberi nama Pramesti. Pertama, alasan paman saya memberi nama tersebut ialah melihat momen-momen indah dan membahagiakan yang terjadi ketika saya lahir ke dunia ini. Terlebih lagi saya adalah cucu pertama dari kakek saya, dapat dibayangkan betapa bahagianya si kakek ketika melihat sang cucu yang tampan rupawan telah lahir ke dunia ini. Tunggu dulu, tampan ? Ya, walaupun sangat jarang orang yang mau mengakuinya, setidaknya ibu saya telah mengakuinya. Begitulah, sesuai dengan keadaan ketika saya dilahirkan, maka paman saya memilih nama “Pramesti” yang berarti juga “Indah”. Lalu mengapa saya tidak diberi nama “Indah” saja ? Tampaknya paman saya berpikir jauh ke depan, bayangkan bila kelak saya dewasa nanti dan sudah bersekolah, lalu teman wanita sekelas saya ada yang bernama “Indah” juga, mau dikemanakan muka saya nanti ? Syukurlah, ketika perkiraan itu benar-benar terjadi, paman saya tidak menyesal sudah memberi saya nama Pramesti. Kedua, suatu hari kakek saya memberitahukan arti dari nama saya, dan menurut beliau “Pramesti” berarti “baik hati”. Tampaknya untuk hal yang satu ini saya benar-benar yakin bahwa kakek saya tidak sedang berbohong kepada cucu kesayangannya. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa nama depan saya memiliki arti “indah” dan “baik hati”. Tak percaya ? Tengok saja saya sekarang, dan anda akan menangkap suatu kesan menarik dari diri saya, biar wajah preman, tapi hati tetep roman. Betul ?